4 Wanita Kuat dan Pahlawan Dari Alkitab

4 Wanita Kuat dan Pahlawan Dari Alkitab

 

Deborah sang Hakim
Debora adalah salah satu hakim terbesar Israel. Hakim dianggap penguasa di Israel, seperti Gideon, Samuel, dan Simson. Tapi Debora mendesak Barak untuk menyerang tentara Kanaan yang tangguh (Hakim-hakim 4). Ketika Barak ragu untuk berperang, “Debora naik bersamanya” (Hakim-hakim 4: 10c). Lalu “Deborah berkata kepada Barak, ‘Up! Karena inilah hari TUHAN menyerahkan Sisera ke tanganmu. Bukankah Tuhan pergi sebelum kamu? “Maka pergilah Barak dari Gunung Tabor dengan 10.000 orang mengikut Dia. Dan Tuhan memanggil Sisera dan semua kereta dan seluruh tentaranya sebelum Barak di tepi pedang “(Hakim-hakim 4: 14-15a). Jika bukan karena hakim Deborah yang pemberani dan penuh keyakinan, Barak tidak akan memiliki keberanian untuk berperang. Oleh karena itu, Deborah dianggap sebagai salah satu pahlawan terbesar dalam Alkitab. Dia bukan hanya hakim yang saleh dan penguasa kuat tapi juga wanita pejuang.

Rahab si pelacur
Yang mengherankan saya tentang Rahab adalah imannya. Rahab mengizinkan dua orang Israel untuk tinggal di rumahnya (Yosua 2: 1) dan, dengan melakukan itu, mempertaruhkan nyawanya. Dia mendengar tentang eksploitasi Israel dan bagaimana Tuhan telah melakukan mukjizat untuk bangsa (Yosua 2: 9-11). Dia jelas-jelas menaruh kepercayaannya pada Tuhan Israel. Inilah sebabnya Rahab terdaftar dalam silsilah Yesus (Matius 1: 5). Dia bersedia membahayakan nyawanya dengan menyembunyikan dua mata-mata Israel (Yosua 2: 4). Dia adalah pahlawan sejati Alkitab.

Baru Dapatkan Iman harian dalam Berita Cerita di messenger FB Anda. Cukup klik tombol biru untuk memulai

Ratu Ester
Ketika Ratu Ester diberi tahu tentang rencana untuk memusnahkan semua orang Yahudi di negeri ini, dia awalnya enggan untuk berbicara dengan raja mengenai hal ini karena untuk pergi ke istana tanpa pemberitahuan bisa cepat dan pasti meninggal; Tapi dia tetap melakukannya. Dia tahu bahwa “semua pelayan raja dan orang-orang di provinsi raja tahu bahwa jika ada pria atau wanita yang pergi ke raja di dalam pelataran dalam tanpa dipanggil, hanya ada satu undang-undang – harus dihukum mati, kecuali yang satu untuk yang oleh raja mengangkat tongkat emas itu supaya ia dapat hidup “(Ester 4:11). Kata-katanya yang berani masih bergema di koridor sejarah kuno: “Saya akan pergi kepada raja, meskipun bertentangan dengan hukum Taurat, dan jika saya binasa, saya binasa” (Ester 4: 16c). Keberaniannya akhirnya menyelamatkan orang-orang Yahudi agar tidak dimusnahkan.

Maria, Bunda Yesus
Anda mungkin berpikir bahwa saya akan enggan menempatkan Maria sebagai salah satu wanita yang lebih kuat dalam Alkitab. Tapi pertimbangkan ini: Dia harus menanggung semua bisikan, semua omongan yang memalukan, dan semua gosip tentang dirinya hamil dengan Tuhan Kemuliaan selama berbulan-bulan sejak dia belum menikah. Dapatkah Anda membayangkan semua gosip yang beredar di kota-kota ketika Maria hamil sebelum dia menikah secara resmi? Dia juga tahu banyak tentang bagaimana Yesus akan menderita dan mati dan bahwa hatinya akan hancur oleh cara bahwa anaknya, Yesus, akan dicambuk, disalibkan, dan dibunuh. Namun dia berkata kepada malaikat Tuhan, “Lihatlah, aku adalah hamba Tuhan; Biarlah hal itu terjadi kepadaku sesuai dengan firman-Mu “(Lukas 1:38).

Kesimpulan
Saat ini masih ada pahlawan iman. Mereka adalah ibu, istri, saudara perempuan, dan wanita mana pun yang tidak diketahui oleh dunia. Tapi mereka tidak pernah diperhatikan oleh Tuhan. Dia melihat banyak wanita saleh yang dengan setia membesarkan anak-anak mereka, yang mungkin jauh melebihi penghargaan banyak orang lain di gereja tersebut saat mereka menerima penghargaan dari Kristus. Berapa banyak ibu yang bertanggung jawab untuk membesarkan anak-anak saleh yang kemudian akan mempengaruhi dunia bagi Kristus? Saya percaya beberapa pahlawan iman terkuat dan terhebat sedang bekerja dalam cinta kepada Tuhan hari ini, yang tak terlihat oleh mata manusia tapi tidak oleh Kristus, yang suatu hari nanti akan berkata kepada mereka, “Baiklah baik hamba yang setia dan setia.”

Semoga Tuhan memberkati Anda dengan berlimpah,